Semangat Gotong Royong di Bantaran Sungai: TNI AU Lanud Iswahyudi dan Warga Paguyuban Bersihkan Taman Bantaran Madiun

 


Madiun, Pojok Kiri.- Pagi hari yang masih sejuk di Kota Madiun, Selasa, 1 September 2026, Taman Bantaran berubah menjadi arena kerja bakti. Sejak pukul 07.00 WIB, sekitar 100 anggota TNI Angkatan Udara Lanud Iswahyudi bersama warga Paguyuban Taman Bantaran sudah bergerak. Mereka tidak sekadar membersihkan, melainkan merawat ruang publik yang menjadi kebanggaan kota.

Di area gazebo dan jalur setapak, beberapa orang tampak sibuk menyapu dedaunan dan sampah plastik. Seorang wanita berkerudung merah memegang sapu lidi, mengais sisa-sisa sampah di pinggir tanaman. Tidak jauh dari situ, sekelompok pria mengangkat tutup tong sampah abu-abu bertuliskan “Paguyuban Sunday Market Bantaran”, lalu memindahkan isinya ke tong hijau beroda. Saluran drainase yang penuh daun kering dan kotoran juga dibersihkan satu per satu. Tangan-tangan kasar menggenggam daun-daun basah, mengangkatnya, lalu memasukkannya ke dalam karung.

Sementara itu, di bagian embankment sungai yang berbentuk tangga beton, pemandangan lebih dramatis. Deretan anggota TNI AU berbaju biru muda tersebar di lereng. Mereka membungkuk, memungut sampah yang tertinggal di celah-celah tangga, lalu membawa karung hitam berisi sampah menuju tepi sungai. Beberapa orang bahkan turun lebih dekat ke permukaan air yang ditumbuhi eceng gondok, mengumpulkan plastik dan ranting yang hanyut. Dari kejauhan, papan besar bertuliskan “TAMAN BANTARAN” tampak jelas di seberang sungai, menjadi saksi bisu aktivitas gotong royong ini.

Di sisi lain taman, ada yang mendorong gerobak sampah merah, ada yang membersihkan area parkir sepeda dan bangku-bangku di bawah payung. Suasana tetap ramah meski keringat sudah mulai menetes. Warga setempat dan personel Lanud Iswahyudi saling menyapa, bergantian mengangkat karung, dan sesekali tertawa kecil saat menemukan sampah yang tidak terduga.

Kegiatan yang berlangsung hingga pukul 09.30 WIB ini bukan sekadar rutinitas. Taman Bantaran, yang sering menjadi tempat warga berolahraga, duduk santai, dan mengadakan pasar minggu, membutuhkan perawatan rutin agar tetap nyaman dan bersih. Kehadiran ratusan tangan sukarela dari TNI AU Lanud Iswahyudi bersama Paguyuban Taman Bantaran memperlihatkan bahwa menjaga lingkungan bukan hanya tugas satu pihak, melainkan tanggung jawab bersama.

Ketika matahari semakin tinggi, sebagian besar sampah sudah terkumpul. Tong-tong hijau penuh, saluran air lebih lega, dan lereng sungai tampak lebih rapi. Taman Bantaran kembali siap menyambut pengunjung dengan wajah yang lebih bersih. Kerja bakti pagi itu bukan hanya membersihkan tanah dan air, tetapi juga menegaskan bahwa semangat gotong royong masih hidup di tengah kota.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hardiknas, SDN 02 Kartoharjo Gelar Lomba Mewarnai dan Ajang Talenta

Perlem LKPP No. 2 Tahun 2026: Langkah Maju yang Memperkuat Tata Kelola E-Purchasing

Saat Aturan Jelas Dikecualikan, Ngawi Justru Pilih Jalan Berisiko