Empat Paket Pengaspalan Jalan di Kota Madiun, Catat Deviasi Positif

 


Madiun, Pojok Kiri – Progres pengaspalan jalan di Kota Madiun melampaui target pada pekan keenam pelaksanaan. Seluruh paket pekerjaan mencatat deviasi positif dibandingkan rencana.


Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Madiun Dwi Setyo Nugroho mengatakan pekerjaan pengaspalan tahun anggaran 2026 dibagi ke dalam empat paket. Hasil evaluasi menunjukkan seluruhnya berjalan lebih cepat dari jadwal.


"Untuk pengaspalan di Kota Madiun tahun 2026 ada beberapa paket pekerjaan, yakni paket 1, paket 2, paket 3, dan paket 4. Saat ini sudah memasuki minggu keenam dan progres pekerjaan secara umum menunjukkan hasil yang positif," kata Dwi, Selasa (3/8/2026).


Data DPUPR mencatat Paket I telah mencapai progres 11,60 persen dari target 2,74 persen. Paket II menjadi yang tercepat dengan realisasi 80,73 persen, jauh di atas target 4,18 persen. Paket III membukukan progres 63,14 persen dari target 36,41 persen. Adapun Paket IV mencapai 24,08 persen, melampaui target 8,94 persen.


Menurut Dwi, percepatan difokuskan pada Paket II karena berada di kawasan Alun-Alun Kota Madiun dan Jalan Pahlawan. Lokasi tersebut dipersiapkan untuk mendukung rangkaian Hari Jadi Kota Madiun dan peringatan HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.


"Area Alun-Alun akan digunakan untuk berbagai kegiatan, termasuk upacara HUT Kemerdekaan 17 Agustus. Sesuai arahan pimpinan, kawasan tersebut harus terlihat rapi, bersih, dan jalannya nyaman sehingga pelaksanaan kegiatan bisa berlangsung dengan tertib dan sukses," ujarnya.

Pengaspalan di Jalan Letkol Suwarno


Meski demikian, Dwi menegaskan pekerjaan belum selesai. Sejumlah ruas jalan masih memerlukan perbaikan lapisan tanah dasar sebelum memasuki tahap pengaspalan.


"Ada beberapa titik yang kondisi tanah dasarnya rusak sehingga harus dilakukan perbaikan terlebih dahulu. Tahapan itu memang membutuhkan waktu agar hasil pengaspalan nantinya lebih kuat dan berkualitas," katanya.


Ia mengatakan tidak ada kendala teknis selama pekerjaan berlangsung. Namun, kenaikan harga bahan bakar minyak memengaruhi biaya operasional alat berat yang seluruhnya menggunakan solar industri.


"Kalau kendala di lapangan alhamdulillah tidak ada. Hanya saja, di luar aspek teknis ada pengaruh kenaikan harga BBM. Alat berat yang digunakan dalam pekerjaan ini seluruhnya menggunakan solar industri, sehingga perubahan harga ikut memengaruhi pelaksanaan pekerjaan," tuturnya.


Pemerintah Kota Madiun mengalokasikan anggaran Rp15,56 miliar untuk program pengaspalan 29 ruas jalan pada 2026. Pekerjaan itu terbagi dalam empat paket dengan total penanganan sekitar 12,08 kilometer.


Paket I bernilai Rp3,89 miliar untuk enam ruas jalan sepanjang 3.463 meter. Paket II dianggarkan Rp3,71 miliar untuk lima ruas jalan sepanjang 2.177 meter. Paket III memiliki nilai kontrak Rp4,02 miliar untuk delapan ruas jalan sepanjang 2.647 meter. Sementara Paket IV bernilai Rp3,94 miliar untuk perbaikan 10 ruas jalan sepanjang 3.788 meter.


Program tersebut ditujukan untuk meningkatkan kualitas infrastruktur jalan serta mendukung kelancaran, keamanan, dan kenyamanan mobilitas masyarakat di Kota Madiun. (Yah)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hardiknas, SDN 02 Kartoharjo Gelar Lomba Mewarnai dan Ajang Talenta

Perlem LKPP No. 2 Tahun 2026: Langkah Maju yang Memperkuat Tata Kelola E-Purchasing

Saat Aturan Jelas Dikecualikan, Ngawi Justru Pilih Jalan Berisiko