DPMD Serahkan 55 Mobil Siaga untuk Desa pada Peringatan Hari Jadi ke-458 Kabupaten Madiun



MADIUN, POJOK KIRI — Peringatan Hari Jadi Kabupaten Madiun ke-458 pada Sabtu (18/7/2026) menjadi momentum bagi Pemerintah Kabupaten Madiun untuk memperkuat pelayanan publik di tingkat desa. Melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), sebanyak 55 unit mobil siaga disalurkan kepada 55 desa sebagai bagian dari upaya meningkatkan akses layanan kesehatan dan penanganan kedaruratan.

Secara simbolis, kunci kendaraan diserahkan Bupati Madiun Hari Wuryanto kepada Kepala Desa Kincangwetan seusai upacara peringatan Hari Jadi Kabupaten Madiun di Pendopo Ronggo Djoemeno. Selain Desa Kincangwetan, penyerahan simbolis juga diterima Desa Tambakmas, Kecamatan Kebonsari, Desa Mendak, Kecamatan Dagangan, Desa Mojopurno, Kecamatan Wungu, serta Desa Bandungan, Kecamatan Saradan. Upacara tersebut mengangkat tema "Berinovasi dan Berkolaborasi untuk Kabupaten Madiun BERSAHJA."

Menurut Hari Wuryanto, bantuan mobil siaga merupakan wujud komitmen pemerintah daerah dalam mendekatkan pelayanan kepada masyarakat. Pada usia ke-458 Kabupaten Madiun, kata dia, pembangunan tidak cukup dimaknai sebagai peringatan sejarah, melainkan harus diwujudkan melalui program yang memberi manfaat langsung bagi warga.



"Sebanyak 55 mobil siaga ini menjadi bukti kehadiran pemerintah dalam memberikan perlindungan dan pelayanan kepada masyarakat. Kendaraan tersebut harus dipelihara dengan baik serta dimanfaatkan secara optimal agar manfaatnya benar-benar dirasakan warga," ujar Hari.

Penguatan layanan dasar di desa, terutama pada sektor kesehatan dan keadaan darurat, menjadi tujuan utama program tersebut. Hal itu disampaikan Kepala DPMD Kabupaten Madiun, Supriadi.

Menurut Supriadi, penyaluran 55 mobil siaga pada momentum Hari Jadi Kabupaten Madiun merupakan implementasi kolaborasi dan inovasi pemerintah daerah dalam memperluas jangkauan pelayanan kesehatan hingga ke tingkat desa.

Mobil siaga itu, lanjutnya, diprioritaskan untuk keperluan rujukan pasien, pelayanan ibu hamil, penjemputan lanjut usia, penyandang disabilitas, hingga penanganan kondisi darurat maupun kejadian luar biasa yang terjadi di desa.

"Pengelolaan mobil siaga harus dilakukan secara akuntabel, transparan, dan tepat sasaran. Harapannya, pelayanan kesehatan semakin cepat, angka kematian ibu dan bayi dapat ditekan, serta respons terhadap kondisi darurat menjadi lebih efektif. Secara bertahap, kami menargetkan seluruh desa di Kabupaten Madiun memiliki mobil siaga," kata Supriadi.

Tambahan 55 unit mobil siaga tersebut diharapkan memperkuat kemandirian desa dalam menyediakan pelayanan dasar bagi masyarakat. Kebijakan itu sekaligus mendukung visi Pemerintah Kabupaten Madiun untuk mewujudkan masyarakat yang sehat, sejahtera, dan berdaya saing.

Komitmen untuk memanfaatkan kendaraan sesuai peruntukannya juga disampaikan para kepala desa penerima bantuan. Mobil siaga itu akan dioptimalkan sebagai sarana pelayanan publik agar kebutuhan masyarakat, khususnya pada bidang kesehatan dan kedaruratan, dapat ditangani secara lebih cepat dan efektif. ( soel/byk )

Komentar

Postingan Populer