Ketua Dewan Pusat SH Terate: Pengesahan Bukan Akhir Perjalanan, Melainkan Awal Pengabdian
![]() |
| Perwakilan Dewan Pusat KRA Tjatur Njoto Riyanto |
POJOK KIRI, MALANG — Ketua Dewan Pusat Persaudaraan Setia Hati Terate (SH Terate) mengajak seluruh warga untuk menjadikan Bulan Suro sebagai momentum introspeksi, penguatan spiritual, serta peneguhan nilai-nilai persaudaraan yang menjadi fondasi organisasi.
Pesan tersebut disampaikan dalam sambutan pada Pengesahan Calon Warga Baru Tingkat I SH Terate Tahun 2026 atau 1448 Hijriah di Malang (16/06/2026)
Di hadapan jajaran Dewan Pusat, Dewan Penasehat, pengurus organisasi, unsur pemerintah daerah, aparat keamanan, pelatih, pendamping, serta ribuan calon warga, rasa syukur terlebih dahulu dipanjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa karena seluruh peserta dapat berkumpul dalam suasana damai, sehat, dan penuh persaudaraan.
Menurut Ketua Dewan Pusat, Bulan Muharam atau Bulan Suro memiliki makna mendalam bagi keluarga besar SH Terate. Momentum tersebut hendaknya dimanfaatkan untuk mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa, memperbaiki akhlak, mengendalikan hawa nafsu, menjaga ucapan dan perilaku, serta memperkuat semangat persaudaraan.
"Dengan demikian, nilai-nilai luhur Setia Hati dapat terus diamalkan dalam kehidupan sehari-hari sehingga tujuan organisasi, yakni membentuk manusia berbudi luhur, tahu benar dan salah, serta bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dapat diwujudkan," ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh warga melakukan evaluasi diri. Sejauh mana ajaran Setia Hati telah diamalkan, seberapa besar manfaat yang telah diberikan kepada masyarakat, bangsa, dan negara, serta sekuat apa persaudaraan yang telah dibangun di antara sesama warga menjadi pertanyaan yang perlu dijawab melalui tindakan nyata.
Dalam kesempatan tersebut, beberapa pesan organisasi turut disampaikan kepada seluruh warga SH Terate.
Pertama, soliditas dan kekompakan organisasi diminta untuk terus dijaga di tengah berbagai dinamika yang berkembang. Seluruh warga diharapkan tetap optimistis bahwa SH Terate akan terus jaya dan lestari sepanjang masa.
Kedua, warga diimbau agar tidak mudah terpengaruh informasi maupun provokasi yang berpotensi memecah persatuan dan merusak persaudaraan.
Ketiga, komunikasi dan koordinasi di semua tingkatan organisasi, mulai rayon, ranting, cabang, perwakilan pusat hingga pusat, diminta untuk terus diperkuat agar setiap langkah organisasi tetap berjalan sesuai ajaran, tradisi, dan aturan yang berlaku.
Keempat, persaudaraan ditegaskan sebagai pilar utama kekuatan organisasi. Karena itu, sikap saling menghormati, bertanggung jawab, mengedepankan musyawarah mufakat, serta menempatkan kepentingan organisasi di atas kepentingan pribadi maupun kelompok harus terus dijaga.
Kepada calon warga yang akan disahkan, Ketua Dewan Pusat menegaskan bahwa pengesahan bukanlah akhir perjalanan. Sebaliknya, momentum tersebut merupakan awal dari tanggung jawab yang lebih besar sebagai warga SH Terate.
Setelah resmi menjadi warga, mereka dituntut menjadi pribadi berbudi luhur, memahami benar dan salah, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, serta mampu menjaga kehormatan dan marwah organisasi.
Ajaran Setia Hati, lanjutnya, harus diwujudkan melalui perilaku yang jujur, setia, bertanggung jawab, tidak sombong, serta patuh terhadap ketentuan organisasi. Selain itu, warga SH Terate juga diharapkan menjadi teladan di lingkungan keluarga dan masyarakat, sekaligus berperan aktif dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
Atas nama Dewan Pusat SH Terate, ucapan selamat dan sukses disampaikan kepada seluruh calon warga yang mengikuti prosesi pengesahan. Mereka diminta menjalani seluruh rangkaian kegiatan dengan khidmat, tertib, dan penuh kesungguhan.
Apresiasi juga diberikan kepada pemerintah daerah, panitia pelaksana, unsur keamanan, pelatih, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi sehingga kegiatan pengesahan dapat berlangsung dengan aman dan lancar.
Menutup sambutannya, Ketua Dewan Pusat mengingatkan bahwa pengabdian kepada organisasi tidak semestinya diukur dengan untung dan rugi. Pengabdian, menurutnya, merupakan kehormatan, sedangkan berbuat baik dan benar demi SH Terate adalah bentuk dharma yang harus dijalankan dengan ikhlas.
Doa kemudian dipanjatkan agar Tuhan Yang Maha Esa senantiasa memberikan petunjuk, perlindungan, kekuatan, dan rida-Nya dalam menjaga serta membesarkan SH Terate.
Sambutan ditutup dengan semboyan yang menjadi penyemangat warga SH Terate:
"Selama matahari masih bersinar, selama bumi masih dihuni manusia, selama itu pula Persaudaraan Setia Hati Terate tetap jaya, kekal abadi, untuk selama-lamanya." (soel/byk)




Komentar
Posting Komentar