Pengukuhan pengurus PC Muhammadiyah Aisyiyah Babadan

Madiun, Pojok Kiri - Puncak rangkaian musyawarah Cabang Muhammadiyah Babadan Ponorogo ditandai dengan pengukuhan pengurus di Nggedong Ngunut (10/10).


Kegiatan yang menghadirkan sekretaris Pimpinan wilayah Jawa Timur Prof. Biyanto ini diikuti oleh jajaran pengurus Muhammadiyah, Aisyiyah, pemuda dan NA serta para tamu undangan.


Dalam sambutannya prof. Biyanto menekankan tauladan atas perilaku KH. Ahmad Dahlan yang menjadi spirit dalam persyarikatan Muhammadiyah.


Dirinya melihat type kepemimpinan yang ideal yang dilakukan adalah berbasis teladan dan penyikapan fenomena masyarakat secara kontekstual.


Hal ini ditandai dengan amal usaha baik lembaga pendidikan maupun lembaga kesehatan dirintis menjadi spirit awal  berdirinya Muhammadiyah.


"Bahkan dokter Sudono  menjadi bagian daripada bidang kesehatan yang dirintis oleh Muhammadiyah pada zaman awalnya," ungkapnya.


Disisi lain keberadaan masyarakat Muhammadiyah yang entengan atau suka berderma menjadi simbol tersendiri dari Muhammadiyah.


Ini bisa dilihat dari berbagai aset dan kekompakan warga Muhammadiyah dalam mengembangkan amal usaha.


"Dalam istilah Jawa nya kader Muhammadiyah terkenal dengan istilah nyah nyoh atau entengan," tegasnya.


Pengukuhan pengurus cabang Muhammadiyah Aisyiyah Babadan merupakan penutup pada rangkaian kegiatan Musycab Muhammadiyah Babadan ke XI.


Dimana sebelumnya diadakan rangkaian kegiatan mulai dari perlombaan antar jenjang pendidikan, jalan santai yang dihadiri Bupati Sugiri Sancoko, Musycab yang dihadiri oleh wakil bupati Ponorogo, pelaksanaan gelar budaya dalam rangka launching program kerja Muhammadiyah Aisyiyah Babadan dan terakhir pengukuhan pengurus. (triz)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Saat Aturan Jelas Dikecualikan, Ngawi Justru Pilih Jalan Berisiko

Sinergi Pemerintah dan Pers Diperkokoh, Pemkot Madiun Gelar Media Gathering dan Halal Bihalal

Realisasi pajak daerah dan retribusi daerah pemkot madiun