Zulin : Terimakasih BPJS Kesehatan, Operasi Amandel Saya Berjalan Lancar
Madiun, Pojok Kiri – Radang amandel atau tonsillitis adalah kondisi ketika amandel mengalami inflamasi atau peradangan. Kondisi ini umunya dialami oleh anak usia 3-7 tahun. Namun, radang amandel juga dapat terjadi pada orang dewasa, terutama lansia. Radang amandel disebabkan oleh infeksi virus atau bakteri.
Beberapa jenis virus yang menjadi penyebab radang amandel ini adalah virus yang juga menyebabkan batuk pilek atau flu. Meski begitu amandel sebenarnya memiliki fungsi penting dalam mencegah infeksi. Terutama pada anak-anak. Namun, kelenjar kecil ini mulai tergantikan fungsinya, seiring menguatnya daya tahan tubuh.
Hal ini yang dirasakan oleh Zulin Nurchayati Putri (22), salah satu peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) menceritakan pengalamannya ketika mengalami radang tenggorokan dan menjalani operasi pada tahun 2022.
“Radang amandel ini terjadi saat saya masih kecil dan belum bersekolah, gejala awalnya rasa sakit saat menelan, setiap saya mengonsumsi es atau sesuatu yang dingin badan akan demam. Setelah dokter melakukan pemeriksaan, ternyata saya terkena radang amandel dan disarankan untuk menjalani operasi,” cerita Zulin.
Dikarenakan faktor usia yang masih terlalu muda, keluarga Zulin memutuskan untuk menunda tindakan operasi. Faktor keuangan juga menjadi salah satu pertimbangan yang kala itu orang tua Zulin belum mengetahui informasi terkait manfaat dari Program JKN.
“Saya sebelumnya memang sudah terdaftar sebagai peserta JKN, akan tetapi belum mengetahui kalau operasi amandel bisa ditanggung oleh BPJS Kesehatan. Setelah dijelaskan oleh dokter dan usia saya waktu itu sudah dirasa cukup, saya akhirnya menyetujui tindakan operasi tersebut,” jelasnya.
Selain merasa tenang karena biaya operasi radang amandelnya ditanggung sepenuhnya oleh BPJS Kesehatan, Zulin juga mengatakan bahwa pelayanan yang didapatkannya selama menjalani tindakan operasi, hingga perawatan dan rawat inap di rumah sakit sangatlah baik. Mulai dari awal melakukan pengurusan administrasi pendaftaran, hingga pada bagian farmasi, seluruh tenaga kesehatan memberikan pelayanan yang sangat prima tanpa membeda-bedakan antar pasien.
“Dari yang pertama saya berobat di Klinik Santa Maria Guadalupe Kota Madiun pelayanan petugas di sana sangat ramah. Hingga saya dirujuk ke RSI Siti Aisyah Madiun, tidak kalah ramah dan baik juga.Bahkan rumah sakit tempat saya akhirnya dilakukan tindakan operasi, yaitu di RSUD Kota Madiun juga memuaskan,” kata Zulin.
Hal lain yang diapresiasi oleh Zulin adalah terkait waktu tunggu antrean di RSUD Kota Madiun, yang sudah tertata secara sistematis dan menggunakan sistem antrean online. Sehingga tidak ada antrean panjang dan waktu tunggu dari pasien yang datang berkunjung tidak lagi terlalu lama.
Zulin yang tercatat sebagai warga Kecamatan Sawahan, Kabupaten Madiun ini mengatakan dirinya sangat bersyukur karena telah tercatat sebagai peserta program jaminan kesehatan yang dikelola oleh BPJS Kesehatan itu. Ia tak lagi cemas memikirkan masalah biaya jika sewaktu-waktu dalam kondisi yang tidak baik dan perlu untuk melakukan pemeriksaan di fasilitas kesehatan yang tentunya bekerja sama dengan BPJS Kesehatan.
Diakhir perbincangan, selain mengingatkan masyarakat untuk segera mendaftar sebagai peserta JKN, Zuhlin juga menyampaikan terima kasih kepada pemerintah dan BPJS Kesehatan yang telah mengelola program jaminan kesehatan dengan sangat baik. Meskipun dihadapkan dengan berbagai tantangan dan rintangan program JKN tetap menjadi upaya nyata dalam upaya peningkatan akses kesehatan dan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat Indonesia.
“Dengan gotong royong semua tertolong, sesuai sekali jika diterapkan di kehidupan ini. Kita bisa saling membantu antar peserta JKN melalui iuran yang setiap bulan kita bayarkan,” tutup Zulin.(rn/tk/yah)

Komentar
Posting Komentar