Ketua Komuitas Thalasemi Madiun, Cahyono: Program JKN Sangat Membantu Pengobatan Kami
Kehadiran Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan dalam memberikan manfaat jaminan kepada peserta JKN sudah banyak dirasakan. Hal tersebut dibenarkan oleh salah satu orang tua penderita thalasemia yang juga menjadi Ketua Komunitas Perhimpunan Orang Tua Penderita Thalasemia Indonesia (POPTI) Madiun, Cahyono. Warga Kelurahan Winongo Kota Madiun tersebut bercerita bahwa setiap bulan sang buah hati harus menjalani transfusi darah di salah RSUD Dr. Soedono Kota Madiun akibat thalassemia yang dideritanya.
“Sudah hampir sepuluh tahun saya dan keluarga menjadi peserta JKN. Manfaat yang benar-benar nyata kami rasakan adalah ketika Program JKN mendampingi pengobatan thalassemia anak saya sampai dengan saat ini,” kata Cahyono.
Transfusi darah seolah sudah menjadi kegiatan rutin untuk sang anak yang sejak kecil didiagnosa mengidap thalassemia. Cahyono menjelaskan bahwa ketika sang anak terlambat menjalani transfusi darah maka kondisi fisiknya akan menjadi lemah dan tidak bisa melakukan aktivitas dengan normal. Hal tersebut dikarenakan penderita thalassemia akan mengalami kondisi anemia yang membuat kondisi lemah dan lemas.
“Kalau untuk transfusi darah tergantung dengan kondisi masing-masing penderita, untuk anak saya memang jadwalnya adalah satu kali dalam dua minggu. Dan setelah menjadi peserta JKN, semua biaya tersebut ditanggung oleh BPJS Kesehatan. Pernah sebelum menggunakan Program JKN sekali menjalani pengobatan bisa menghabiskan jutaan rupiah. Makanya saya bersyukur sekali menjadi peserta JKN,” jelasnya.
Cahyono menambahkan perjalanannya menjadi peserta JKN, bahwa sebelum pada tahun 2017 terdaftar sebagai peserta JKN segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI) Kota Madiun, dirinya sudah menjadi peserta JKN segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) sejak tahun 2014. Perpindahan segmen kepesertaan tersebut dijelaskan oleh Cahyono bahwa dirinya Bersama komunitas POPTI Madiun bekerja sama dengan dinas terkait untuk mendaftarkan penderita thalassemia anggota komunitas POPTI.
“Dalam hal ini saya mewakili komunitas POPTI Madiun berterima kasih kepada Dinas Kesehatan dan Dinas Sosial yang telah membantu dalam proses pendaftaran menjadi peserta JKN segmen PBI. Dan saya sudah membuktikan, tidak ada perbedaan layanan menjadi peserta JKN segmen PBI, bedanya hanya di kamar perawatan, selebihnya sama dan sangat baik, tentunya dijamin oleh BPJS Kesehatan,” tegas Cahyono.
Cahyono berharap untuk seluru masyarakat khususnya orang tua penderita thalassemia, bahwa mereka harus tetap bersemangat dan memberikan motivasi kepada anaknya untuk menjalani pengobatan yang akan terus dilakukan. Bagi masyarakat yang belum menjadi peserta JKN, Cahyono berharap agar mereka bisa segera mendaftarkan diri beserta keluarganya sebagai peserta JKN.
“Kami adalah salah satu komunitas yang benar-benar merasakan manfaat hadirnya Program JKN. Untuk masyarakat lain, kan kita tidak ada yang tahu jika sewaktu-waktu sakit, kalua sudah menjadi peserta JKN pasti akan tenang karena sudah ada yang memberikan jaminan,” kata Cahyono.
Di akhir perbincangan, Cahyono juga berharap bahwa pelayanan yang diberikan oleh fasilitas kesehatan akan semakin baik, termasuk tenaga kesehatan yang langsung berinteraksi dengan pasien yang berkunjung. Hal tersebut nantinya akan membuat masyarakat khususnya peserta JKN merasa puas dengan layanan yang diberikan oleh semua pihak dalam penyelenggaraan Program JKN.(rn/tk/yah)

Komentar
Posting Komentar