Bhatarling Polsek Sine Dampingi Petani Budidaya Jamur Kuping di Dusun Sedonorejo
Ngawi, Pojok Kiri - Dalam upaya membantu masyarakat dibidang pertanian, Bhayangkara Pendamping Penjagaan Pertanian Ramah Lingkungan (Bhatarling) Polsek Sine Polres Ngawi melakukan pendampingan pada pembudidaya jamur kuping di Desa Wonosari Kecamatan Sine, Kabupaten Ngawi.
Dalam pendampingan tersebut, Kapolsek Sine AKP Slamet, S.H. bersama Kanit Sabhara Polsek Sine Aiptu Nyoman Putra serta anggota Polsek Sine Aipda Suwarso dan Bripka Taufiq I melakukan peninjauan cara budidaya jamur kuping di rumah Heru Wahyono di Dusun Sedonorejo Rt 02 Rw 01, Desa Wonosari Kecamatan Sine, Kabupaten Ngawi, Kamis (27/10/22).
Ditemui di lokasi pendampingan, Kapolsek Sine AKP Slamet, S.H. mengatakan peninjauan kepada petani pengembang budidaya jamur kuping tersebut merupakan salah satu upaya Polsek Sine dalam membantu pemerintah disektor ketahanan pangan di wilayah Kecamatan Sine, Kabupaten Ngawi.
"Oleh sebab itu, kita berupaya mendorong para petani jamur kuping di Dusun Sedonorejo ini dalam meningkatkan swasembada pangan, kemandirian pangan, ketahanan pangan dan keamanan pangan," ujar Slamet, Kamis (27/10/22).
Selain itu, menurut Slamet, dengan dilaksanakannya pendampingan ini diharapkan dapat terjalinnya sinergitas kemitraan antara Polri dengan para petani pembudidaya Jamur Kuping sehingga tercipta situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) yang Kondusif.
Sementara itu di lokasi yang sama, Heru Wahyono, harga Bibit jamur kuping yang relatif murah yaitu seharga Rp. 2.100,- (dua ribu seratus rupiah) per 1 baglog atau plastik membuat dirinya tertarik dalam membudidayakan jamur kuping tersebut.
"Dari awal reproduksi hingga siap panen, jamur kuping ini hanya membutuhkan waktu selama dua bulan, jamur kuping ini akan berproduksi selama enam kali berturut-turut dan setelah enam kali panen baru afkir atau tidak lagi berproduksi," jelas Heru, Kamis (27/10/22).
"Adapun harga sepuluh ribu rupiah perkilogram ini adalah harga pedagang dari Karanganyar, Jawa Tengah yang datang langsung ke rumah petani. Biasanya jamur kuping ini dimanfaatkan untuk isian sop timlo. Selain itu setelah afkir sisa jamur kuping bisa dimanfaatkan lagi untuk pupuk," pungkas Heru.
Ferdy Raspiantori



Komentar
Posting Komentar