RSUD Caruban Kabupaten Madiun menambah Fasilitas dan Unit Pelayanan Baru Endoskopi bagi pasien




MADIUN, POJOK KIRI ~ Dalam hal ini pelayanan terbaru tsb adalah dioperasikannya Layanan Endoskopi, yakni salah satu metode pemeriksaan untuk melihat kondisi organ dalam tubuh pasien.


Pemeriksaan dilakukan dengan memasukkan selang kecil dengan tekstur lentur ke dalam tubuh melalui mulut maupun anus.


Pada bagian ujung endoskop, alat pemeriksaan endoskopi ini dilengkapi dengan kamera yang tersambung ke monitor. Dengan demikian, organ dalam tubuh pasien bisa ditampilkan sehingga diagnosis dokter spesialis penyakit dalam yang memberikan layanan endoskopi bisa lebih akurat.


Selain itu, layanan ini utk menunjang hipotesis dan keputusan klinis dlm melakukan tindakan medis lanjutan terhadap pasien. Dan juga utk mengetahui lebih dini penyakit sehingga dapat menerapkan tata laksana yang baik.



"Seperti halnya untuk memeriksa saluran cerna bagian atas dan bawah. Dengan endoskopi, bisa melihat kondisi organ di dalam tubuh,” ujar dr.Pertiwi Rosanti, Sp.PD. Senin, 20 Juli 2026.


Layanan endoskopi di RSUD Caruban mulai dibuka sejak awal Januari 2026. Hingga pekan ketiga Juli 2026, sebanyak 57 pasien yang mendapatkan layanan tersebut.


Sebagian di antaranya merupakan pasien yang menjalani rawat inap 14 orang di rumah sakit ini. Dan sebagian besarnya adalah pasien rawat jalan 43 orang dari Poli dengan jumlah kasus terbanyak Hematemesis Melena (Muntah Darah dengan BAB Hitam pekat).


Dari puluhan pasien di Unit Layanan Endoskopi mengalami beragam gejala, seperti muntah darah, buang air besar (BAB) darah dan nyeri perut yang dicurigai mengarah ke tumor lambung.


Setelah ditangani hingga dua pekan, gejala tersebut tidak kunjung reda. Maka, dilanjutkan dengan layanan endoskopi.


Sebelum layanan endoskopi di RSUD Caruban dibuka, pihak manajemen lebih dulu menugaskan dr.Pertiwi Rosanti, Sp.PD mengikuti pelatihan selama enam bulan di Surabaya melalui program fellowship pada tahun 2025.


“Pelatihan sebagai operator endoskopi. Mengoperasionalkan alat itu, memasukannya ke (tubuh pasien), dan melakukan pemeriksaan,” katanya.


Selain itu, perawat yang membantu dalam memberikan layanan endoskopi juga telah mengikuti pelatihan terkait program tersebut. Adapun pelaksanaannya berlangsung hingga dua bulan pada tahun lalu.


Pelatihan yang telah diikuti, merupakan bagian dari penunjang profesionalitas pelayanan kesehatan. “Setelah lulus sebagai dokter spesialis penyakit dalam, tidak mahir mengoperasionalkan alat endoskopi. Maka, perlu mengikuti pelatihan tsb,” ungkap dr.Santi.


Pelatihan tersebut adalah sebagian dari proses terealiasinya layanan endoskopi yang direncanakan sejak tahun 2023.


Pada tahun tersebut, pihak manajemen RSUD Caruban akhirnya membeli alat endoskopi yang anggarannya bersumber dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCT) tahun anggaran 2023.


Untuk pengadaan alat endoskopi menelan anggaran yang tak sedikit. Dan keberadaannya terbilang masih minim di wilayah eks-Karesidenan Madiun. Sampai dengan saat ini yang memiliki layanan endoskopi hanya di RSUD Caruban, RSUD Ngawi dan RSUP dr. Soedono Madiun.


Layanan Endoskopi di RSUD Caruban melayani pasien dengan penjamin BPJS atau penjamin Umum/Bayar.  ( red )

Komentar

Postingan Populer